Wednesday, December 9, 2009

kita sama


kemarin aku mendapat sms yang meresahkan. isinya ajakan untuk merusak, memperkosa, dan membunuh etnis china. terlepas dari siapa yang mengirimkannya, ternyata isu rasial masih saja belum bisa hilang dari bumi indonesia.

bisa kupahami kenapa sms seperti itu muncul. pemberitaan anggodo pastilah pemicunya. siapa yang tidak marah melihat hukum dipermainkan oleh cukong-cukong. tetapi mengarahkan kemarahan kepada seluruh etnisnya sungguh sangat menyedihkan.

berikut sedikit cerita mengenai diriku sendiri. aku ditinggal bapakku sejak umur lima tahun. aku, kakakku, dan ibuku pindah ke daerah kumuh di pinggiran bandung di sebuah rumah berukuran 6 x 6 m2. ibuku bekerja keras berdagang keliling. kami tidak punya kendaraan apapun. bis kota kendaraan kami.

sejak kecil aku dinasihati ibuku untuk tidak melawan apabila ada orang selain etnisku yang menyakiti atau menghinaku. aku diajar untuk takut dan merendah serendah-rendahnya. kami bergaul dengan etnis lain hanya seperlunya saja. dan aku melihat bagaimana orang-orang begitu sadar akan perbedaan. ada sekelompok anak seusiaku yang selalu memanggilku china atau anjing. aku hanya menunduk dan beranggapan itu adalah sebuah kewajaran. sampai kuliah aku tinggal di daerah itu. dan tak ada seorangpun yang aku kenal selain etnisku sendiri.

menyedihkan bukan?. sementara aku tidak tahu apa sebab kebencian ditujukan kepada kami. bahkan mungkin mereka pun tidak tahu. yang jelas kebencian itu diwariskan.

suatu hari aku menyaksikan seorang cukong muda memaki-maki pegawai arena permainan anak hanya karena anaknya terinjak anak lain. anaknya cuma menangis tanpa luka apa-apa. tetapi ucapan sang cukong benar-benar membuatku geram. sambil teriak-teriak dan mengumpat dia sesumbar bisa menghancurkan tempat tersebut hanya dengan mengangkat telpon. padahal sang pegawai sudah berulang-ulang meminta maaf. kekuasaan dan kekayaan tidak berbanding lurus dengan kecerdasan apalagi kepedulian sosial. lebih gila lagi ayahnya menyuruh sang anak untuk menghajar anak yang menginjaknya meskipun anaknya tidak mau. orang-orang pandir seperti inilah yang membuat kebencian terpelihara dan diwariskan turun temurun.

di ruang-ruang keluarga etnosentrisme dan stereotype berulang-ulang didengung-dengungkan. kebencian tak kunjung hilang generasi lepas generasi meski dunia sekelilingnya sudah banyak berubah. padahal tak semua etnis china kaya. tak semua juga anasionalis. demikian pula di etnis lain. sama saja. ada yang baik ada yang jahat. lalu buat apa memelihara kebencian etnis?

jadi, mari kita bersama memutus tradisi memelihara kebencian dengan tidak meneruskannya kepada anak-anak kita. hingga semoga anak cucu kita bisa hidup berdampingan tanpa pernah lagi menerima sms ajakan untuk membasmi etnis tertentu.


catatan:
etnosentrisme
adalah kecenderungan untuk memercayai bahwa etnis seseorang lebih unggul dari etnis yang lain.

stereotype
adalah pendapat yang secara luas dipercayai mengenai kelompok sosial atau etnis tertentu.