
tadi aku menghadiri acara pernikahan. dan penuh. antrian panjang dimana-mana. dan ketidakpedulian juga dimana-mana.
apa susahnya berdiri dalam antrian? ternyata bagi banyak orang berdiri dalam antrian berarti kerugian. sebuah antrian diisi dua jalur yang bertemu di lokasi piring. yang satu panjang yang satu pendek. seharusnya orang mengerti untuk tidak mengisi antrian yang pendek. eh, tetap saja ada orang yang bodoh dan tidak peduli. ada orang tua, wanita cantik, pria berbadan besar bertampang sangar. mereka merasa punya hak berdiri di tempat yang dia pikir paling strategis, antrian pendek. lalu apa yang mereka dapatkan? waktu? perut lebih cepat diisi? bagaimana dengan gerutuan puluhan orang yang dia sela? ah, mana mereka peduli.
satu lagi, anakku berdiri sebentar dari duduknya. baru dia mau duduk lagi. seorang ibu tanpa ba bi bu langsung menempati kursi itu. sekali lagi bagi sang ibu mungkin kursi itu sangat strategis. dan memang kita tidak bawa kursi sendiri ke pesta itu toh? ah, cobalah anda pikir perasaannya. alhasil anakku makan sambil berdiri sesudahnya.
hari ini aku tidak sedang ingin bertengkar. jadi selamat menikmati kursinya, bu. semoga anda bahagia walaupun duduk diatas kesusahan orang lain.
ada untungnya juga orang bahagia. sedikit masalah, sedikit keributan. yah, kami masih bahagia karena semua hidangan diatas rata-rata cita rasanya. dan kami masih tetap bahagia meski disamping kami berdiri seorang bapak sedang asyik mengepulkan asap rokoknya tanpa peduli ada dua anak kecil di dekatnya.





