tadi pagi aku ke toko roti. pukul tujuh pagi toko sudah ramai. aku masuk bersamaan dengan seorang ibu muda berpenampilan terjaga. kulit putih rambut dicat menuntun seorang anak kecil usia tiga tahunan. sebutlah dia ibu "a". di dalam ada ibu muda lain juga berpenampilan terjaga. kulit putih rambut pendek dengan dua anaknya masih kecil-kecil sebutlah dia ibu "b".saat aku sedang memilih roti ibu "a" bicara kepada anaknya. dia bilang, "bade nu mana?" (bahasa sunda halus yang artinya mau yang mana?). aku langsung menoleh. masih ada yang berbahasa sunda halus hari-hari ini? tak lama kemudian aku mendengar ibu "b" bicara kepada anaknya. dia bilang,"which one do you want?" (bahasa inggris tentunya dengan arti sama, mau yang mana?). aku terdiam
aku biasa saja mendengar pembicaraan ibu "b". toh sekarang banyak anak bersekolah di sekolah internasional. dengan penampilan seperti itu, wajarlah. tapi aku tak habis pikir mendengar pembicaraan ibu "a". bahkan tetanggaku yang asli sunda pun sudah jarang kudengar bicara bahasa sunda dengan anaknya, padahal anaknya sudah cukup besar. belum lagi sering kudengar omelan para ibu mengenai empat bahasa yang harus dipelajari anaknya (bahasa indonesia, inggris, mandarin, dan sunda). menyusahkan kata mereka.
sambil bolak-balik memilih roti. aku mendengar kedua ibu tadi masih bicara dalam bahasa masing-masing dengan anaknya. mereka adalah para wakil dari titik-titik ekstrim. aku jadi merenung. pertanyaan-pertanyaan datang silih berganti. dua puluh tahun lagi berapa persen orang sunda masih berbicara bahasa sunda halus? dua puluh tahun lagi berapa persen anak muda bicara bahasa indonesia dengan logat bule seperti cinta laura?
apa iya bahasa sunda lebih rendah dari bahasa inggris? apakah menggunakan bahasa inggris merupakan tanda modernitas? bagaimana nasib bahasa-bahasa daerah di indonesia yang jumlahnya ratusan? apa arti bahasa ibu sesungguhnya?
aku membawa pulang sekantung roti dan sekantung pertanyaan. mau yang mana?
kalau anda mau yang mana? bade nu mana? which one do you want? atau bahkan ni yao se ma?
No comments:
Post a Comment