
kemarin ada kejadian lucu. aku di bank. antrian masih panjang. selagi aku mengantri seorang bapak terlihat bicara di telepon dengan seseorang. nadanya biasa. dia berusaha menjelaskan panjang lebar kepada lawan bicaranya lokasi sebuah perusahaan. lurus, lurus terus. demikian si bapak menjelaskan. kemudian si bapak pun menutup teleponnya.
tak lama terdengar irama campur sari dari teleponnya. seluruh antrian serempak menoleh kearah si bapak. ternyata yang menelepon orang yang sama karena kembali si bapak menjelaskan lokasi perusahaan itu. dia menjelaskannya dengan cara yang sama. iya, lurus, kamu kan sudah di jalan itu, lurus terus. agaknya lawan bicara si bapak tidak juga mengerti karena semakin lama suaranya semakin keras sambil sesekali dia memaki. akhirnya telepon dia tutup. lalu dia tersenyum sambil mencoba menjelaskan sesuatu kepada satpam bank. mungkin karena dia sadar suaranya yang keras mengganggu yang lain.
belum selesai dia bicara irama campur sari kembali terdengar. seluruh antrian menoleh lagi. dan adegan tadi terulang lagi, persis. tapi kali ini si bapak sudah hampir teriak dan mukanya merah padam. akhirnya dia keluar dari bank mungkin karena dia tidak bisa mengekspresikan emosinya dengan bebas. sesaat suaranya sayup-sayup tertelan suara ramai lalu lintas di jalan yang sedang macet.
tiba-tiba kami yang di dalam bank dikagetkan teriakan yang sangat keras. suara si bapak itu lagi. dia bicara sambil berteriak sekuat tenaga. bahkan lalu lintas yang ramai pun kalah kuat. dan dia berteriak dengan wajah menghadap ke kaca gedung bank yang buram. membuat kami yang di dalam disuguhi pemandangan yang unik. wajah si bapak yang dia tempelkan ke kaca sambil mengekspresikan emosinya dengan berteriak-teriak. topiknya masih tetap sama. lurus, lurus terus goblok!
seringkali tanpa sadar kita mengabaikan apa yang terjadi di sekeliling kita ketika menggunakan handphone.
No comments:
Post a Comment