Thursday, November 12, 2009

lampu merah


kemarin siang aku berhenti di setopan. tak lama seorang polisi bermotor bebek pun berhenti di sebelahku. lampu masih merah. mendadak ketika lalu lintas agak lengang sang polisi menerobos lampu merah dengan santainya. kami yang naik motor saling berpandangan. tanpa dikomando sebagian besar segera mengikuti oknum polisi itu.

aku masih bertahan menunggu lampu hijau. eh, selagi masih agak kesal di jalur yang lain truk tentara dengan enam roda juga sama. menerobos lampu merah. lebih parahnya lagi lalu lintas masih ramai. padahal truk tentara itu kosong. aku yakin tidak ada kejadian darurat yang membuatnya harus menerobos. supirnya pun senyum-senyum.

dua kejadian dalam satu saat, menunggu lampu merah, membuatku semakin yakin. mentalitas bangsa ini sedang terpuruk. di media sedang ribut-ribut saling tuding mengenai siapa yang paling bersih. lihat saja realita sehari-hari. aparat negara tidak punya rasa malu menentang aturan yang harus dia jaga.

setiap pagi aku mengantar anakku sekolah. dan ada satu lampu merah belok kanan yang selalu kutaati sementara sebagian besar kendaraan menerobosnya. aku tidak peduli klakson mereka.
anakku selalu bertanya, kenapa kita tidak ikut mereka. aku bilang, kalau di depan ada polisi semua orang akan taat. kita tetap taat ada polisi ataupun tidak. setiap pagi aku ingin anakku belajar mempertahankan kebenaran meskipun dianggap aneh. supaya dia belajar tidak malu dan tidak takut berdiri diatas kebenaran.

No comments: