Wednesday, February 11, 2009

waktu

seumbi bawang sekepalan
kukuliti lembar demi lembar
dirus airmata garisi pipi

peristiwaperistiwa
demi mencari yang hakiki
terus menderas airmata
tanpa kutahu mengapa

bawang mengecil
kulitnya menipis
kini hatiku yang menangis
seiring derai airmata

penyesalan
kebahagiaan
kemarahan
ketakutan

kutangisi dan kutangisi
sampai dilembar terakhir
yang hampir tak kentara
airmata membeku di ujung
sebelum kujatuhkan lembar terakhir
sambil berkata
"..."

No comments: