Wednesday, February 16, 2011

Lima Ribu Saja

pagi yang dingin. jam tujuh lewat sedikit. aku ke jalan banda berniat membeli kupat tahu langgananku. murah meriah suasana asyik. penjualnya asal tasikmalaya. sangat ramah. tipikal orang sunda sejati. di sana sudah ada beberapa orang yang mengantri. aku duduk memesan dua bungkus untuk dibawa pulang.

tak lama kemudian datanglah anak muda dengan earphone masih di telinga. kelihatannya orang yang cuek dan kurang pedulian. dia memesan kupat tahu lalu duduk asyik dengan ponselnya sambil mendengarkan lagu agaknya.

lalu datang pula seorang penarik becak. penarik becak ini walau kekar tapi terlihat sudah tua. rambut dan jenggotnya hampir putih semua. dia memesan lalu sibuk membersihkan becaknya.

pesananku belakangan dibuat karena prioritas untuk pembeli yang makan ditempat. tak lama pesanan anak muda itu selesai. dan kemudian dia melakukan sesuatu yang bagiku agak mengejutkan. dia membayari penarik becak itu! bahkan sang penjual kupat tahu pun agak heran. mungkin tampangnya kurang mendukung untuk menjadi orang yang peduli. anak muda itu kemudian pergi tanpa menengok lagi bahkan memberitahu si penarik becak pun tidak.

si penjual kupat tahu kemudian memberitahu si penarik becak mengenai kupat tahu yang sudah dibayar. dan hal yang mengharukan aku lihat. wajah si penarik becak begitu berseri-seri. bahkan karena si anak muda itu harus memutar untuk pulang sehingga berpapasan kembali dengan mereka di seberang jalan si penarik becak sampai berteriak mengucapkan terima kasih. si anak muda hanya tersenyum sambil mengangguk.

wow, kenapa bukan aku yang membayari si penarik becak ya? cuma lima ribu rupiah dan pastilah hari ini mereka semua hatinya menghangat oleh kasih.

pelajaran yang aku dapatkan. kebaikan tak memandang muka. siapa saja bisa melakukannya kalau saja kita cukup peka dan peduli.

hanya lima ribu rupiah.

No comments: