Pagi sekali pada Jumat, 3 Agustus 1492 Columbus berlayar dari pelabuhan Palos, Spanyol. Delapan belas tahun sudah dia memimpikan idenya terwujud, yaitu menemukan India dari arah barat. Masa-masa emas hidupnya sudah lewat, dia berumur 56 tahun saat itu.Di pulau Canary ia mengisi perahunya dengan kebutuhan logistik lalu berlayar ke barat daya ke lautan yang belum ternavigasi. 21 hari berlalu tanpa tanda-tanda adanya daratan. Semangat awak kapal mulai menurun. Mereka yakin mereka pasti binasa. Dan mereka memaksa Columbus untuk memutar arah kembali ke Spanyol. Beberapa dari mereka bahkan ingin melemparkannya ke lautan. Columbus berusaha meyakinkan mereka untuk tetap melanjutkan. Tiba-tiba ada fenomena yang mengejutkan semua orang, laut penuh dengan rerumputan. Muncul tanda-tanda adanya karang dan bebatuan. Burung-burung mulai terlihat. Columbus berlayar ke arah mereka muncul.
Beberapa hari mereka berlayar dengan bersemangat. Sampai kemudian kekecewaan awak kapal kembali menyeruak bahkan menjadi kekerasan. Columbus tetap bertahan. Dia sangat yakin daratan sudah dekat. Ia menegaskan pada awak kapalnya bahwa ia tak akan kembali sampai ditemukan daratan. Untuk melunakkan hati mereka ia menjanjikan hadiah yang sangat besar bagi mereka yang pertama kali melihat daratan. Semua orang tinggal di dek malam itu. Pada tengah malam teriakan terlihat daratan terdengar dari perahu Pinta. Pada tanggal 11 Oktober 1492 mereka melihat pulau Guanahani (sekarang San Salvador) di Amerika Tengah.
Cerita yang sudah sering kita dengar mengenai keberhasilan Christopher Columbus menemukan benua Amerika. Tetapi bagaimana jika di usia 40 tahun dia menyerah? Atau bagaimana jika pada hari ke-22 itu dia menuruti keinginan awak kapalnya dan kembali ke Spanyol?
Kekecewaan para awak kapal terjadi karena mereka menghitung pelayaran mereka hanya kurang dari 21 hari. Sementara Columbus menghitungnya lebih dari 3 kali lipat waktu mereka. Jangan-jangan banyak dari kita yang hanya bertahan 21 hari menjalani harapan. Padahal di hari ke-69 harapan itu terpenuhi. Berapa ukuran keberhasilan kita? Tahun inikah? Tahun depankah? Dan apa yang akan kita lakukan jika harapan kita tidak tercapai tahun ini atau tahun depan? Apakah kita akan berbalik haluan atau tetap berpegang teguh pada janji Tuhan dan meneruskannya?
No comments:
Post a Comment